|
|
Tidak hanya sebagai pelancar ASI daun katuk juga kaya senyawa yang dapat menggenjot mutu dan jumlah
sperma, termasuk membangkitakn vitalitas seksual.
Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat. Sedikitnya mengandung tujuh senyawa aktif yang dapat mernagsang sintesis hotmon-hormon steroid
(seperti progesterone, astradiol, terstosteron, glukokortikoid) dan senyawa eikosanoid
(diantaranya prostaglandin, prostasiklin, tromboksan, lipoksin,
leukotrien).
Jika dikonsumsi wanita, senyawa aktif dalam daun katuk akan memacu pembentukan hormon
kewanitaan, sehingga kulit menjadi halus. Rambut lebih sehat dan
lembut. Sebaliknya, dalam tubuh laki-laki senyawa aktif daun katuk akan merangsang pembentukan hormon
keperkasaan, yang akan menggenjot vitalitas seksual. Bahkan, produksi sperma melaju pesat seiring dengan peningkatan
kualitasnya. Daun katuk dipuji mampu mengembalikan vitalitas dan kesuburan pria
loyo.
Dibalik kelebihannya, daun katuk menyimpan sejumlah kekurangan. Selain membantu proses metabolisme di dalam
tubuh, glukokrtikoid hasil metabolisme senyawa aktif daun katik bisa mengganggu penyerapan kalsium bisa mengganggu kalsium dan
fosfor. Baik kalsium fosfor yang terdapat dalam daun katuk itu sendiri maupun dalam makanan lain yang disantap bersama masakan daun
katuk. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|